Bijaklah Berbicara

Seorang lulusan S1 sekian lama belum juga dapat pekerjaan dan masih berkutat melamar di sana sini..

Seorang wanita hampir paruh baya belum juga menikah..

Kenapa? hati-hati bertanya kenapa..

 

Sebenarnya, akhir-akhir ini saya selalu berhati-hati dan menarik diri dari berinteraksi terlalu intens dengan teman-teman ataupun yang lainnya.  Termasuk sekedar bertemu dan ngobrol sedikit aja bisa bikin saya parno, malas kalau ditanya sesuatu. Hanya orang-orang terdekat saja yang saya masih nyaman dan betah bersama mereka.

“Udah ‘isi’ belum nih, Rin?”

Saya akan selalu jawab, “Belum nih, doain yaa.” Sambil tersenyum.

Awalnya, saya risih sekali dan lebih tertutup dari itu, banyak sekali yang saya hindari. Tetapi, saya berpikir bahwa saya harus berani dan hadapi pertanyaan tersebut. Instead of being too sad, saya lebih kuat dengan akhirnya minta didoakan saja, semakin banyak yang tanya, saya akan semakin belajar untuk sabar dan banyak doa yang di-amin-kan. Walaupun, setiap pertanyaan seperti itu (dengan taraf sangat sopan) sudah cukup membuat hati saya mencelos dan terhenyak rasanya…

 

Waktu kemaren menghadiri pernikahan seorang teman, seperti biasa pasti bertemu dengan teman-teman yang lainnya juga.

Seorang teman bertanya, “Udah ‘isi’ belum sih, Rin?”

Seperti biasa, “Belum, doain yaa”

Kemudian ditanya lagi, “Kok belum sih Rin???” Dengan raut wajah nyindir, sambil sedikit nyengir.

dan saya, ” ?????? “

Akhirnya, “Iya, belum aja, belum rezeki aja dikasi ama Allah..”  Trying hard to keep smiling.

 

What kind of question was that?! Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang sangat membuat saya merasa lelah, ataupun komen-komen nyelekit yang mengiringi pertanyaan utamanya, seperti “Aah, payah nih..” Seharusnya untuk hal-hal tertentu, kita harus lebih sensitif. Dengan melihat perut seseorang atau memperhatikan perbedaan yang tidak biasa darinya, you might guess whether she’s already pregnant or not. Atau kalaupun ingin bertanya, bijaklah merangkai kata, jangan bikin orang lain tersinggung atau sedih.  Terkadang kita lupa kalo pertanyaan atau komentar kita adalah suatu hal yang sensitif. Bayangkan saja, pertanyaan ini –> “Kok belum sih???” — maka adalah sangat mengganggu. lho?? memang kenapa kalau belum, adakah yang salah? Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Dia Maha Tahu, ada sebagian yang diberi sangat cepat, ada yang harus menunggu. Anything for a reason, pasti ada hikmah di balik ini, so don’t ask us why, that’s absolutely not a good question. Pasangan menikah mana yang tidak ingin punya anak? Saya rasa tidak ada. Jangan merusak kesabaran dan kekuatan hati seseorang yang sudah cukup untuk menanti sesuatu yang belum kunjung tiba untuknya, dengan pertanyaan yang meresahkan seperti itu.

 

Penting sekali kita bisa merasa peka terhadap perasaan orang lain, karena artinya kita menghargainya dan berhati-hati agar tidak membuat seseorang bersedih, baik dengan kata-kata maupun perbuatan kita…

 


3 thoughts on “Bijaklah Berbicara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s