Sekilas Jakarta di Malam Hari

Beberapa waktu yang lalu, sebelum berangkat ke Bandung, saya masih sibuk bolak balik karena banyak yg akan diurus. Sudah lelah sebenarnya tubuh ini. Dari pagi bangun ngurusin anak, suami, dan rumah, siangnya pergi keluar saat matahari teriiik banget :(menghabiskan energi jalan di siang hari sebenarnya..

Hari ini, saya, suami, dan baby Shofiyyah, mw nginep di rumah neneknya, ya karena besok mau pergi ke Bandung bareng-bareng. Setelah menunggu Shofi bobo (ni bayi bobo nya malem bgt >.< ) akhirnya saya dan suami kembali berkutat dg urusan kami yg masih belum selesai. Masih ada cucian yg harus dijemur, mengambil pakaian kami utk menginap ke Bandung, juga cuci piring…semuanya ada di kontrakan. Fiuhhh.. Akhirnya menjelang jam 12 malam, saya dan suami ngebolang jalanan Jakarta untuk kembali ke kontrakan dulu dan menyelesaikan semuanya. Tak terasa sudah sekitar 1 jam kemudian urusan beres, kami pun siap-siap kembali ke tempat nenek. Lelah sekali…jam 1 pagi masih berada di jalanan. Saya tw, suami saya pasti lebih lelah dari saya saat itu. Kasihan dia, mana besok harus nyetir ke Bandung pagi-pagi sekali..

Di perjalanan dengan motor, angin malam yang dingin menyapu muka saya membuat saya tambah mengantuk. Saya sadar jalanan sudah sangat sepi, karena suami saya juga lumayan ngebut. Hanya 1 atw 2 motor yang masih terlihat, rasanya jalan milik pribadi, hehe.. (Coba Jakarta gini terus asik kali yaa..🙂

Anyway, di tengah perjalanan, saya masih sempat memperhatikan suasana di kiri kanan jalan. Kebanyakan toko dan warung tenda sudah tutup, tapi ada juga yang sedang berkemas-kemas tandanya akan tutup, ada juga yang masih buka..wow.. Hmm.. Sesaat kemudian melewati carwash sederhana, dan tukang cuci mobilnya yang kurus dan terlihat lelah masih kerja aja lho..saya ga abis pikir kenapa ada orang mau cuci mobil atau motornya jam 1 pagi.. Dan terakhir yang membuat saya terhenyak adalah seorang pemulung yang masih mengais-ngais tempat sampah sebuah rumah komplek. Kembali saya berpikir, apakah dia sudah makan atau belum, ataukah mungkin sebegitu semangatnya kah dia hingga dia mulung sampai lupa waktu..ini sudah jam 1 pagi.. Rasanya untuk pertanyaan kedua agak berlebihan ya.. Entahlah saya tidak tau jawabnya. Tapi kemudian dalam hati, saya benar-benar bersyukur..saya tidak harus kerja sekeras mereka. Bagi orang lain, begitu sulitnya mendapatkan rupiah hingga mereka harus berlama-lama untuk berletih-letih.. Di malam itu, saya memang sudah lelah, tapi ternyata ada yang jauh lebih lelah dari saya..

bersyukur


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s