7 Hal tentang Bayi dan Makanan – dari Seminar CIPRIME 2012 @FKUI

Ini sebenarnya tulisan saya kira-kira bulan Juni 2012 kemaren, lama banget ya😀 Tapi karena terlupa, hanya terletak di lappie aja. Hmm, berhubung isinya tak lekang oleh waktu *jiaahh*, gapapa lah di share sekarang.. ^^ Selamat membaca..

Kemaren menghadiri workshop bagus; CIPRIME 2012, yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran UI, tentang nutrisi dan masalah metabolisme anak. Pembicaranya Dr. dr Damayanti R. Sjarif, SpA(K), dr. Titis Prawitasari, SpA(K), dan dr. Yoga Devaera, SpA. Ini saya share yaa tentang ilmu yang diperoleh kemaren..point-point penting dan unik saja (menurut saya).. Semoga bermanfaat ^^

1. Makanan terbaik bagi bayi baru lahir hingga usia 6 bulan adalah ASI, karena dia sangat mudah dicerna, dan pencernaan bayi belum begitu sempurna untuk mengolah makanan selain ASI, atau sekarang dikenal dengan pemberian ASI eksklusif (tanpa tambahan makanan lain). Jika pemberian makanan padat dilakukan, bayi dapat mengalami resiko penggumpalan makanan pada ususnya, yg bisa menyebabkan tersumbat, atau fatalnya ususnya rusak/sobek (hii serem).. *udah pada tau yaaa.. say YES to ASI eksklusif!

2. Susu formula TIDAK disarankan untuk anak di atas 1 tahun. Dan untuk di bawah 1 tahun pun, susu formula HANYA diberikan bila terdapat indikasi tertentu; bila si ibu tidak bisa menyusui bayinya secara langsung. misal : bayi lahir prematur shg harus stay di NICU, sang ibu mengidap HIV (agar tidak menular ke anak), atau bayinya mengalami alergi protein tertentu shg tidak bisa minum ASI saat itu (tapi ini saaangat jarang), itupun susu formula yang digunakan khusus, tidak seperti ada di pasaran. Sehingga, dapat disimpulkan, susu formula sebenarnya tidak perlu diberikan. Makanan terbaik untuk bayi manusia adalah ASI. Bila bayi sudah di atas 6 bulan, tetap ASI, dan masuk MPASI, tidak perlu susu formula.

3. Cara memberikan anak makan yang paling baik adalah dengan posisi duduk, tidak sambil berjalan-jalan atau melakukan aktivitas lain, tidak lebih dari 30 menit, dan jangan dipaksa. Bila ia sudah kenyang, jangan paksa habiskan makanan. Kegiatan makan dapat dilanjutkan ketika dia mulai lapar kembali. Sebaiknya, setiap 2 jam dapat diberikan makan ataupun selingan. Memaksa anak makan dapat menyebabkan dia trauma (tidak suka dengan aktivitas makan karena tidak enjoy).

4. Fase oral (memasukkan tangan ke dalam mulut) sebenarnya bertujuan untuk memundurkan titik muntah bayi. Maksudnya, bayi dari awal punya refleks untuk muntah ketika ada benda asing masuk ke mulutnya, refleks ini sangat penting bisa menjaga bayi dari kemasukan sesuatu benda. Semakin besar bayi, titik dalam mulut bayi ini semakin ke belakang/mundur, terutama mendekati masa MPASI, dia biasanya sudah masuk fase oral, agar melatihnya jika nanti makan bisa makan tanpa memuntahkan. Karena itu, ketika dia masuk fase oral, jangan terlalu keras melarang-larang anak “makan” tangannya (dr. Damayanti bilang malah jangan dilarang, hehe), ternyata kegiatan alami ini ada tujuannya bunda. Makanya, di awal2 makan MPASI mungkin bayi terlihat seperti melepeh atau tidak mau makan, sebenarnya dia sedang belajar. Yang penting awasi anak serta kebersihan tangannya.

5. Pemberian garam dan gula, ternyata boleh lho di bawah 1 tahun. Tapi, takarannya sedikiiiit sekali, tentu jangan disamakan seperti lidah orang dewasa. Bayi sudah mulai belajar menggunakan indera pengecapnya sejak dia masih dalam kandungan, karena air ketuban itu ada rasanya lho, rasanya berbeda-beda, sesuai dengan yang ibunya makan. Dan indera ini terus belajar hingga dia berumur kira-kira 9 bulan setelah lahir, maka biarkan dia bereksplorasi dengan makanannya, jangan banyak dipantang (kecuali alergi ya), dan sesuaikan takarannya, sedikit saja untuk bayi. Bahkan ketika berumur 1 tahun, dia sudah boleh mulai belajar makan makanan keluarga, seperti yg kita makan🙂 mau makan rendang? boleeh

6. Sebaiknya bayi gemuk atau tidak? Jawabannya adalah…sebaiknya normal. Tidak boleh terlalu kurus, dan tidak baik terlalu gemuk. Terlalu kurus dan terlalu gemuk menandakan pertumbuhan yang tidak baik. Maka, pantau BB dan TB bayi apakah sudah sesuai, dan jangan lupa di plot ke grafik agar terlihat jelas.

 7. Bayi di bawah umur 1 tahun TIDAK boleh makan serat (sayur) terlalu banyak, hanya sedikiit saja. Karena bayi di bawah umur setahun belum terlalu membutuhkannya, malah menyebabkan bayi kekurangan kalsium, karena serat tersebut mengikat kalsium pada bayi.

Okay, sekian catatan penting yang saya dapat waktu seminar🙂 Semoga bermanfaat ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s