Menyikapi Status Lebay di SocMed

Ada sesuatu yang selalu mengganggu saya kalo lagi lihat socmed. Banyak berseliweran status yang nyeleneh, berlebihan, dan tidak pada tempatnya. Yah, memang benar, karena ini adalah akun pribadi, otomatis nanti ada yang bilang ‘Siapa elo ngelarang-larang gue, kalo gak suka ya jangan liat, ya jangan comment.’ Yup, right. Tapi, setiap orang berhak punya opini donk.

Saya tipikal orang pemalu, jiaahh.. Atau, agak tertutup juga mungkin. Jadi, untuk beberapa hal, saya lebih nyaman simpan sendiri, orang lain tidak perlu tau. Nah, begitu ketemu sama status-status yang mengumbar sesuatu, saya suka mengernyitkan mata, menaikkan alis. Bacanya aja gak enak gitu. Kok marah-marah di facebook, kok caci maki suami se-RT ikutan tau, kok ngeluh-ngeluh terus isi statusnya, kok mesra-mesraan diliat orang se-facebook, dll. Justru dengan memperlihatkan itu semua, membuat orang menilai kita negatif atau bisa juga membawa feeling negatif kepada orang lain. Sedikit banyak orang bisa menilai (jelek) karakter kita karena membaca kata-kata dan isi tulisan kita. Kebanyakan mengeluh atau ngomel-ngomel pasti tidak menyelesaikan masalah, dan tidak pula membuat hati lebih tenang, apalagi diumbar di facebook or twitter. Mending ada yang nenangin, nah kalo ada yang ngomporin gimana, tambah kesel kan. Kalaupun kita mau mengeluh, berkeluh kesahlah pada Allah, dan minta pertolongan-Nya, itu lebih berguna ketimbang mengeluh pada manusia.

Lain lagi sama kisah suami istri, ada 2 aliran. Ada yang kerjaannya nulis-nulis tentang keburukan atau marah-marah tentang pasangannya, ada juga yang suuuuper romantis. Sampai-sampai orang bisa membaca kisah percintaannya dengan melihat foto-foto dan status yang di publish. Yang aliran kedua ini, benar-benar lebay ‘sayang-sayangan’nya, juga menceritakan kejadian-kejadian yang mereka lewati berdua. Honestly, ini amat sangat bikin eneg @.@ Kebanyakan terjadi sama pasangan baru nikah..hehe.. Serasa dunia milik berdua doang. Sebaiknya, setiap emosi suami istri, baik itu marah maupun cinta-cintaan, simpanlah sendiri. Itu kan urusan rumah tangga, sudah termasuk ranah kehidupan pribadi. Masa sih kita mau mempertontonkannya pada orang-orang, semua orang jadi tau lho, ga malu ya? Apa lebih bangga bisa nge-share hal seperti itu? *masih ga ngerti cara pikirnya* Jangan sampai media sosial jadi tong sampah, kita kehilangan privacy kehidupan pribadi kita karena selalu menumpahkan segalanya di sana. Rahasia berdua itu lebih indah daripada cerita pasaran yang semua orang mengetahuinya. Hmm, at least begitu menurut saya. 

Terakhir, saya selipkan fatwa tentang hal di atas dari Prof. DR. Ashim Qaryooti (Profesor di University of Riyadh, murid dari Syaikh Bin Baaz, al Albani, Hamaad al Ansari) berikut, semoga bermanfaat dan dapat diamalkan :

Sh. DR. Ashim Qaryooti ditanya :

Ya Sheikh, bagaimanakah hukumnya mempertontonkan keakraban antar suami istri di media jejaring sosial seperti facebook, dimana banyak orang mungkin membaca hal-hal yang semestinya bersifat pribadi ?

Jawab :

Setiap bentuk komunikasi yang semestinya bersifat pribadi antara suami istri TIDAK BOLEH diungkapkan di media jejaring sosial (facebook, twitter, friendster dan yg sejenis) berkenaan dengan :

– Hayaa’ (rasa malu), karena komunikasi antara suami istri secara adab merupakan bentuk hubungan pribadi.
– Hasad (dengki), karena kemesraan suami istri bisa menimbulkan hasad dari orang yang belum bisa merasakan kemesraan yang sama dan hasad ini bisa merugikan pasangan itu sendiri maupun orang lain.

http://www.facebook.com/alqaryooti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s