Mama dan Bumbu Cinta

Menakjubkan kalo liat harga kebutuhan dapur belakangan ini. Gimana enggak, daging sapi 100.000/kg (apa-apaan iniy @_@), bawang putih 70.000/kg, bawang merah 60.000/kg. Bukan cuma saya (apalagi kantong pas-pasan), sepertinya ibu-ibu lain juga mulai resah, memikirkan masak apa yang bisa tanpa atau menggunakan bawang seminimal mungkin. Sebenarnya, bumbu dasar memasak adalah garam dan gula, kemudian bawang. Tapi sepertinya seluruh masakan nusantara hampir semuanya pake bawang deh, mungkin ada yang ga pake? I dunno what it is. Jadi, dengan naiknya harga bumbu dasar yang satu ini, otomatis ibu-ibu ada yg mulai ngurangin takarannya, atau memaksa ibu-ibu supaya lebih kreatif lagi masaknya (dan payahnya saya gak kreatif dalam memasak :'< ) Walaupun begitu saya tetap berusaha memasak enakšŸ™‚

By the way, bagaimanapun kondisinya, dan apapun masakannya, masakan ibu kita tetap paling enak dan istimewa, walaupun cuma masakan sederhana. Waktu kuliah dulu, saat-saat saya merantau jauh dari mama, sering sekali kangen makanan buatan mama, biasanya saya akan dapat kiriman paket yang isinya rendang, ayam goreng, juga sambalado, wkwkwk.. Buat anak kuliahan, hal itu membuat kaya mendadakšŸ˜€ makan enak tanpa perlu keluar uang jajan untuk beberapa hari, yeeeayy.. ^o^

Pernah dengar seorang chef terkenal bilang, kalau masak jangan lupa pakai cinta. Yep, do it with love and passion, masakanmu pasti lebih enak. Saya rasa ini benar, dan inilah yang menjelaskan kenapa setiap masakan ibu kita istimewa. Karena ibulah yang paling mencintai anak-anaknya, makanya di setiap masakannya selalu ada bumbu tambahan ; cinta, yang bikin masakannya terasa berbeda dari punya orang lain, meskipun masakannya sama. Let’s say masakan yang lain memang lebih enak, tapi masakan ibu, istimewa dan selalu punya tempat di hati kita.

2

Dan saya pernah menangkap percakapan dua orang ibu-ibu sewaktu dulu saya masih bekerja di kantor. Saat itu sudah jam pulang, maka saya duduk di depan kantor menunggu dijemput. Tidak jauh dari tempat saya, ada ibu-ibu muda yang lagi bercerita dan tertangkap oleh radius pendengaran saya yang sedang bengong, duduk tanpa teman (nguping ga sih, ga juga, tapi kedengeranšŸ™‚ Mereka sedang membicarakan anak mereka. Dan salah satu ibu itu bilang “Iya,Ā anakku goreng nugget aja maunya sama aku, padahal nungget kan sama aja mau yang goreng siapa.” Sepertinya membicarakan nugget kemasan.. “Tapi anakku bilang, gak mau sama mbak, maunya sama mama, soalnya rasanya beda..” Nah, lho.. Kemudian ibu itu tersenyum..”Aku bilang..aahh masa sih..mungkin karena mama masaknya pake bumbu cinta kali ya..”

Yesss, right. Terbukti. Anak kecil yang masih polos aja bilang gitu.. ^^ Anyway, thank you, Mama. I love your cooking.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s