Tips Sukses Toilet Training pada Anak :)

Sudah lamaa sekali tidak menulis, karena kesibukan dan kemalasan menulis itu sendiri😀 Toilet training ini pun sudah lama terpikir untuk di-share, tapi baru kesampaian sekarang. Yuk kita bahas.

Kemaren saya mendengar seorang ibu mengeluhkan anaknya yang sudah 2 tahun masih pake pampers dan susah sekali diajak toilet training. Ah masa sih, kata saya dalam hati. Ternyata ketika kita ngobrol-ngobrol lagi, anaknya jarang diajak pipis ke kamar mandi dan ibunya gusar kalo anaknya udah pipis di celana duluan baru ngomong, ujung-ujungnya dipakein pampers lagi. Dan si anak juga udah keasikan pake pampers, jadi klo dipakein celana (or training pants) dia menolak, mintanya pake pampers -_-”  Bahkan, ada lagi anak tetangga saya yang gagal toilet training bilang anaknya umur 4 tahun masih harus pake pampers dan suka ngompol. Nah, kalo udah begini repot ya.. Apa yang salah dan mungkin missed diterapkan oleh sang ibu?

Anak adalah manusia kecil yang pengetahuannya berawal dari nol. Maka tanggung jawab orangtuanya lah untuk mengajarkan dan membiasakan hal-hal baik supaya tertanam dalam dirinya, bahkan sejak dia masih bayi. Jadi, bila anak kecil nakal, atau dalam hal ini sudah besar masih belum bisa ke kamar mandi, bukan anaknya yang salah. Tapi, kitalah orangtuanya yang harus mempertanyakan diri sendiri, apakah sudah maksimal mengajarkan kepada anak? Saya pernah dengar, tapi lupa kutipan dari siapa, bahwa toilet training adalah pelajaran disiplin kepada anak yang paling awal dalam hidupnya. Maka, kita harus berusaha supaya pelajaran awal ini berhasil.

potty_training

Berbekal browsing ilmu, meminta saran langsung dari ibu-ibu yang sudah berhasil, dan tentunya pengalaman saya sendiri yang akhirnya berhasil membuat Shofi bisa pipis dan pup di kamar mandi, saya ingin membagi tips bagaimana melatih anak toilet training.

1. Kenali waktu yang tepat.

Saat anak sudah bisa berkomunikasi dua arah dengan kita, maka sudah bisa dimulai toilet trainingnya. Artinya, dia sudah mengerti apa yang orang lain katakan dan dia pun sudah mampu menyampaikan keinginannya atau setidaknya memberi tahu kita dengan bahasa yang sederhana. Dan menurut saya, paling baik dimulai ketika anak sudah bisa berbicara, walaupun cuma sedikit. Karena kalau tidak, dia tidak akan bisa menyampaikan maksudnya dan kitapun masih sulit menangkap ‘bahasa’nya, kecuali kita mau mengajarkan dengan isyarat atau bahasa tubuh, bila ingin pipis atau pup. Dengan mengenali waktu yang tepat, lebih mudah menyuruhnya “pipis ya!”, dia akan mengerti, atau kalau dia ingin bilang, dia sudah bisa menyampaikannya pada kita. Dan anak saya baru berbicara di umur 18m (bukan hanya berbicara, tapi kata-kata pertamanya baru muncul saat itu), makanya saya baru memulai toilet trainingnya saat itu.

Sebenarnya, jauh sebelum itu, sejak umur 12m, saya berusaha mengajaknya pup ke kamar mandi. Bukan karena dia bisa menyampaikannya, tapi karena raut wajahnya😀 Ibu-ibu pasti tau raut wajah yang berubah karena anak ngeden pengen pup. Buru-buru saya ajak ke kamar mandi dan ketika saya bilang “tunggu…tungguuu..” dia benar-benar menunggu lho..dan pup lah dia di kamar mandi. Tapi, untuk pipis, belum bisa diterapkan karena pipis kan cepet banget prosesnya dan tidak ada tanda-tandanya, jadi tidak bisa menunggu. Dan waktu itu, jelas anak saya masih belum bisa berbicara dan masih belum begitu ‘nyambung’. Maka, saya putuskan waktunya belum mulai sekarang, tapi sudah pre-toilettraining lah kira-kira, karena sudah mulai saya biasakan kalau pup di kamar mandi. Baru benar-benar dimulai saat anak saya 18m, saat saya nilai anak saya sudah ‘nyambung’ dan bisa berkomunikasi dua arah sepenuhnya.

2. Membiasakan waktu rutin pipis ke kamar mandi.

Ini adalah langkah awal untuk mengajarkan toilet training pada anak. Bisa 1 jam atau 2 jam sekali, kita membiasakan anak ke kamar mandi dan mengajaknya untuk pipis. Ibu jangan kaget kalau awal-awalnya anak ibu belum ‘ngeh’ dengan aktivitas ini. Sudah diajak ke kamar mandi, dia tidak pipis juga. Begitu sedang bermain, dia malah pipis. Tidak perlu gusar dan kecewa pada anak, apalagi menyerah dan buru-buru mengecap anak tidak mau toilet training. Saya lihat justru di tahap awal ini banyak ibu-ibu yang gagal karena tidak sabar. Pada awalnya, aktivitas ini adalah pengenalan. Pertama-tama mungkin anak tidak mengerti maksud kita, tapi begitu ini kita lakukan secara komit dan berlangsung setiap hari, anak akan mulai mengerti bahwa ibunya membawanya ke kamar mandi untuk pipis.

Sampai kapan ibu harus sabar? Sampai anak bisa. Shofi, anak saya, baru mengerti dengan aktivitas ini setelah kira-kira sebulan berjalan rutinitas ke kamar mandi.  Awalnya, susah sekali menyuruhnya. Makin lama, makin mengerti, dan sebulan setelah itu, dia bisa pipis dengan mudah begitu saya menyuruhnya pipis. Yeay.. Waktu Shofi memulai toilet training dengan langkah ini pada umur 18m dan waktu itu saya mengajaknya ke kamar mandi 1.5 jam sekali. Nanti ibu-ibu bisa perhatikan sendiri kebiasaan anak, bagi yang minumnya banyak bisa membawanya lebih sering spt 1jam sekali. Atau 1.5 jam, atau 2 jam, tergantung kebiasaannya. Dulu, saya menilainya dengan awalnya membawa 1 jam sekali, tapi kok pipisnya Shofi sedikit sekali atau malah susah. Waktu saya mundurin jadi 2 jam sekali, dia malah udah pipis duluan. Berarti, saya ambil kesimpulan, Shofi lebih baik ke kamar mandinya 1.5 jam sekali.

Tips di langkah awal ini, supaya anak mudah mengeluarkan pipisnya adalah dengan membuat suara ‘ssshhhh sshhhh ssshhhh’😀 Aaah, ibu pasti mengerti lah..sound untuk memancing anak pipis, hehe.. Anak juga pasti belajar bagaimana cara mengeluarkan pipis saat dia belum terlalu pengen. Untuk anak saya, cara ini cukup berhasil, dia ‘ngeh’.

183858_toilettraining362

3. Selalu mengingatkan anak supaya memberitahu bila ingin ke kamar mandi.

Berbarengan dengan memulai rutinitas ke kamar mandi, selaluuu jangan lupa dan jangan bosan pesankan kepada anak “kalau mau pipis bilang ya sayang, pipisnya di kamar mandi..jangan lupa yaa”, kadang saya juga suka menambahkan “kakak kan sudah besar, anak besar pipisnya di kamar mandi ya, tidak ngompol lagi”, untuk sugesti positif buat anak. Pesan ini selalu kita sampaikan, bahkan ketika dia sudah mendekati tahap terakhir (berhasil) toilet training. Memberitahunya pun bisa kapan saja, di sela-sela mainnya, di waktu makannya, di waktu dia mandi, kapan saja..tidak mesti menunggu menjelang waktu rutin ke kamar mandi. Dengan ini, dia selalu ingat maksud ibunya.

4. Pup juga harus ke kamar mandi.

Di awal-awal mungkin kita lebih mudah membawanya ke kamar mandi untuk pup daripada pipis, dengan mengenali raut wajah. Tapi, saya perhatikan lama-lama tanda ini mulai menghilang. Anak mulai lebih smooth ketika pup supaya tidak kebaca sama ibunya :p Dan ketika toilet training mulai, malah pipis yang lebih mudah dibandingkan pup, karena mereka bisa menyembunyikan kalau mereka lagi pup, jadi kita tidak sempat membawa ke kamar mandi. Sedangkan rutinitas ke kamar mandi, lebih mudah untuk pipis kan, kalau pup kan sehari paling cuma sekali dua kali, tidak mungkin tiap ke kamar mandi disuruh pup. Jadi, ketika toilet training sedang berjalan, mungkin pipis akan lebih sering di kamar mandi, tapi anak masih sering pup di celana. Maka, ibu-ibu di sini mesti tetap berusaha memberi tahu anak bahwa pipis dan pup sama-sama harus ke kamar mandi. Lama-lama dia juga akan bisa menyampaikan keduanya.

5. Sediakan training pants untuk memudahkan ibu dan anak.

Sekarang training pants banyak dijual di mana-mana, terutama online shop. Dengan adanya training pants ini, bisa memudahkan ibu, karena kalo anak ternyata kebelet pipis dan tidak mampu menahan sebelum ke kamar mandi, pipisnya akan tertampung sementara, tidak akan berserakan dan mengotori rumah . Ini kan yang membahagiakan ibu-ibu, terutama saya, hehe..jadi mengurangi repot karena membersihkan bekas pipis😀 Ini bukan promosi yaa :p Dan yang kedua, manfaatnya juga bagi anak. Dia akan mulai merasa ketidaknyamanan karena pipis di celana, yang membuat pantatnya basah. Lama-kelamaan dia akan sadar pipis di celana tidak enak, lebih baik pipis di kamar mandi. Beda dengan anak yang selalu pakai pampers, pantatnya selalu nyaman karena berasa kering meskipun ngompol. Kalau bisa sediakan juga baby closet khusus untuk anak. Tapi kalaupun tidak, tidak mengapa asalkan kita memegang anak yang sambil duduk di toilet (dewasa) dengan baik.

6. Beri pujian kepada anak kalau dia berhasil.

Setiap anak menunjukkan suatu kemajuan, berikan dia pujian. Serperti misalnya dia berhasil pipis di kamar mandi di awal-awal toilet training mulai, berarti dia sudah mengerti kalau disuruh pipis. Kemudian ketika dia berhasil menyampaikan keinginan pipis dan berhasil ke kamar mandi tanpa ngompol itu adalah prestasi buat anak. Puji dia dan berikan motivasi. “Pinter ya anak bunda, pipisnya bilang ke kamar mandi yaa..” Saya suka mengucapkan itu pada Shofi sambil menciumnya, bahkan ketika dia sedang pipis itu, hehe.. Dan sebaliknya, kalau anak belum berhasil, jangan dimarahi dan dicap bodoh, malah membuat anak trauma dan frustasi dalam belajarnya. Cukup beritahu dia “kakak kok ngompol..lupa yaa bilang bunda. Nanti jangan lupa lagi ya..” Biasanya dia akan jawab iya dengan tersenyum, jadi lebih nangkep, dengan harapan ke depannya lebih sering bilang.

7. Komitmen, telaten, dan sabar.

Tips yang terakhir ini khusus untuk sang ibu. Seperti saya katakan di awal, toilet training adalah belajar disiplin. Maka, kita yang mengajarkannya pun harus disiplin. Begitu kita mantap inilah saatnya mengajarkan anak toilet training, maka semenjak itu jangan pernah terputus, selalu telaten, dan rutin setiap waktu. Karena, toilet training ini kita mengajarkan anak disiplin dengan pembiasaan. Begitu terbiasa, dia akan bisa. Sempat suatu waktu, ketika Shofi sudah mulai bisa pup di kamar mandi (dia sudah bisa bilang), waktu itu saya sempat terlupa jadi dia pup di clodi nya. Maka, setelah itu, beberapa kali dia sempat kalau pup tidak bilang ke saya, tapi hajar aja di celana.. Oooh, rasanyaa…keki banget. Gara-gara lupa, jadi harus dibiasain lagi, tidak sesulit dari awal sih, tapi keki juga karena merusak kebiasaan yang sudah mulai dia usahakan. Kalau tidak salah, waktu toilet training sedang berjalan 2 bulan.

Dan sabar, itu adalah point penting yang harus dimiliki ibu mulai dari awal komit pengen menjalankan toilet training ini. Jujur saja, dalam perjalanannya kita akan lebih banyak gondok dan makan hati karena anak masih belum berhasil. Pipis di celana tanpa pampers/clodi membuat kasur atau lantai rumah atau karpet kotor yang artinya kita harus bersih-bersih (misal: anak pipis sebelum jadwal ke kamar mandi, dia tidak bilang sehingga training pants keburu bocor), cucian nambah, tiap 1 atau 2 jam harus mau repot-repot membawa anak ke kamar mandi walau apapun yang sedang kita lakukan tanpa boleh skip waktu.. Dan hal-hal lain yang misal kita terlupa dan harus memulai lagi. Kita harus sabaaaar sekali dan maklum bahwa anak masih belajar, wajar kalau dia masih terlupa atau tidak bisa menahan.  Sabar ini pun bukan hanya ketika menghadapi pipis yang terlupa saja, termasuk waktu yang kita butuhkan untuk menjalankan toilet training ini. Jangan berharap hanya sebentar lalu anak bisa ya, dan kalau tidak bisa kita kecewa. Aktivitas rutin ini bisa berlangsung selama beberapa bulan lho, jadi harus sabar🙂 Tapi, semuanya itu benar-benar akan membuat kita lega dan bangga pada anak  begitu dia berhasil di setiap kali akan pipis atau pup bilang “Bunda, mau pipis..ke kamar mandi”. Sangat bahagia. Rasanya kebayar capek yang kemaren hihi..

Btw, untuk tambahan info, Shofi memulai toilet training di umur 18m. Awalnya tidak mengerti disuruh pipis, semakin lama mengerti dan bisa. Di umur 19m, dia mulai bisa saya suruh pipis kalau di kamar mandi pada waktu rutinnya, tapi masih belum bisa menyampaikannya walaupun saya terus berpesan “kalau mau pipis bilang ke kamar mandi ya”. Pada umur 20m, dia mulai bisa sekali-sekali bilang, kalau ingin pipis atau pup. Jadi, selain pipis di waktu rutin, kalau di luar waktu dia pengen pipis atau pup, kadang dia akan bilang, tapi juga kadang tidak. Semakin lama, frekuensi yang tidak bilang semakin berkurang, artinya dia lebih banyak bilang ke kamar mandi daripada ngompol. Kira-kira 2 bulan berikutnya, yaitu Shofi berumur 22 bulan, itu saya perhatikan Shofi sudah bisa mandiri. Rutinitas ke kamar mandi tetap berjalan, tetapi kalau di luar waktu dia pengen pipis atau pup, dia akan bilang. Wuahh..lega banget saya. Cucian Shofi jadi berkurang drastis, hehe.. Berarti saya menerapkan toilet training hingga berhasil butuh waktu sekitar 4bulan. Yang harus diperhatikan di sini, setiap anak adalah berbeda. Bisa saja ada yang lebih cepat, bisa juga lebih lama. Yang penting, kita trainernya harus sabar dan telaten🙂

Alhamdulillah sekarang Shofi umurnya 2 tahun 4 bulan, sudah tidak pernah ngompol lagi, selalu bilang. Dan saya sudah mulai melepaskan kebiasaan rutin ke kamar mandinya sejak 25 bulan. Meskipun tidak ada waktu rutin lagi, dia akan bilang kalau mau ke kamar mandi. Begitulah perjalanan toilet training Shofi dengan saya. Semoga bermanfaat yaa ^^


45 thoughts on “Tips Sukses Toilet Training pada Anak :)

  1. thanks ya tips nya. anak saya skrg 2 th 5 bln. sempat sudah bisa toilet training, tetapi sekarang pake pampers lagi deh. alesan miss nya lagi kurang orang, dan harus melatih miss baru… grrrr….
    akibatnya, sekarang kalau mulai toilet training lagi jd susah deh.

    1. Halo mba🙂 baru mulai tt gak usah lgsg lepas pampers waktu bobo, gpp kok. Bertahap aja. Klo dy udh bener2 mandiri udh berhasil tt nya, baru mulai lepas pampers. Mulai dari bobo siang, trus nanti bobo malem jg mulai dilepas. Awal2 pasti ngompol sesekali, krn dy blm biasa bangun klo kebelet. Ntar jg ngerti krn klo ngompol kan basah dy kebangun. Tips nya : pipis dlu setiap mw tidur dan jgn banyak minum sblm jam tidur. Selalu ingatkan dy sblm tidur klo kebelet pipis bangun ya, ke kmr mandi. Perhatikan klo anak bobonya mulai gelisah, mgkn dy mw pipis, lgsg aja ajak ke kmr mandi. Dan spy gak terlalu ribet, siapkan alas ompol di kasur waktu dy tidur, atw skrg jg udh ada sprei waterproof. Tp sy gak pake sih, prefer alas ompol aja. Semoga berhasil ^^

  2. Yups..yg penting mesti sabar..telaten..anak saya dri 1,5 thn klau mau pup uda bs blg sndiri…ma..pup…tp utk pipis..dikarenakan saya kerja jdi setiap saya shift siang dn malam (sya bkrja d RS) sepanjang pagi bru bisa mngajarkan pipis..alhamdulillah skrg usia 2 thn dia sdh bisa blg mau pipis..tp terkdg ya blm nyampe toilet uda keluar…namanya jg anak2..😊smoga ibu2 yg lain jg bisa berhasil ngajarin balitanya toilet training ya…yg penting mesti sabar dan telaten..semangattt!!!!

  3. terima kasih tipsnya ya, bunda shofi.. saya baru mau mulai toilet training nih, anak saya usia 14 bulan..
    mau tanya, selama tt 4 bulan itu suka bepergian kah, mba? sy suka ikut suka ikut suami kalo dinas, kira2 sebulan ada saja perginya.. itu kalo pas pergi masih dipakein pospak berpengaruh ke keberhasilan tt ga ya? adakah tips nya supaya anak tetap bisa tt selama bepergian? terima kasih atas jawabannya ya, mba.. ^^

    1. Halo Mba Ina. Dulu anak saya juga sempat bepergian beberapa kali waktu masih tt. Gpp dipakein pampers mba, tapi perlakuannya tetap sama spt lg training. Sebisa mungkin waktu jam pipis diajak pipis, meskipun sedang pake pampers. Pampers nya hanya untuk jaga2 seandainya qt ribet gak nemu kamar mandi ataupun dia gak bisa nahan, qt jadi gak repot, kan lg di perjalanan. Dan beri penjelasan sama dy, bahwa qt lg dalam perjalanan jd sementara pake pampers ya, nanti klo udah sampe spt biasa lg. Supaya dy gak bingung kok tiba2 boleh pake pampers lg bukan artinya tt nya berhenti. Mudah2an lancar yaa, selamat memulai tt ^^

  4. Bermanfaat sekali Bunda Shofi tulisan mengenai Toilet Training ini. Kebetulan saya mau mengajari Khayla untuk TT. Umur Khayla sekarang 14 bulan namun masih belum jelas berbicara. Yang mau saya tanyakan apa tips untuk mengajari Khayla tt karena bicara Khayla masih belum jelas. Thanks Bun atas jawabannya🙂

    1. Hi Bunda Khayla. Belum jelas bicaranya tapi udh bisa dimengerti belum bun? Klo udah bisa, gpp, dimulai aja. Yg penting udah nyambung klo diajak berbicara. Anak2 kan pertama kali ngomong mmg gak jelas, tapi kita ibunya yg sehari-hari sama dy kemungkinan besar mengerti maksudnya, dan klo qt ngomong dy mengerti maksud qt, maksudnya nyambung spt itu. Klo udh bisa gitu, udah bisa mulai TT🙂

  5. Hai bun, artikelny sgt mbantu bgtt, jd sy mngisi gambaran utk mmulai TT ke anak sy. Tp sy baru punya bekal 6 trainingpants ni, yg mau sy tanyakan pd umumnya brp trainingpants yg qt butuhkan utk TT ya mba? makasiii byk..🙂

    1. Hai Mba Rani. Training pants nya dulu saya cuma sediakan 4 pcs aja, ditambah clodi 3 atw 4 (lupa..hehe). Jd, asalkan TT nya teratur, sbnrnya, training pants yg kotor jd minimal. Apalagi kalau tiap hari mencuci. Saya rasa 6-8 cukup. Good luck🙂

  6. tulisannya bagus teh, saya jadi punya gambaran buat mulai tt ke anak saya (Al 16m). saya belum nyiapin training pants tapi punya beberapa clodi, kalau pakai clodi bisa seefektif pakai training pants ngga ya?

    1. Halo Mba, pake clodi bs jg kok. Dulu anak saya, selain aa training pants, ada clodi jg. Gpp kok, yg penting jam rutin ke kamar mandinya harua telaten. Good luck ^^

  7. Bunda mksh infonya amat sangat bermanfaat
    Bun mau minta saran anak saya sdh 3 tahun 3 bulan skr saya sudah coba agar g pake pempers n anak saya ini sudah mulai bilang kl mau pipis ato pup namun berhuhung saya bekerja jadi kadang saya titip k neneknya dan ketika dia pipis n pup dia g pernah bilangsama neneknya. Wal hasil saya neneknya minta agar anak saya d pake ib pempers. Saya jadi khawatir toilet training nya g akan berhasil cz kl sama saya dia mau bilang tapi kl ma orang lain dia g mau bilang. Langkah apa ya yang hrs dilakukan saya khawatiy kebiasaan pipis n pup g bilang k orang lain aku berlangsung hingga besar nanti krn saya punya murid yg kl pup g pernah bilang k guru eh malah pup d celana. Tolong solusinya ya mba

  8. Sekarang anak sy lg bljr toilet training (2thn,9 bln), tp sedih bgt kr di rumah justru ga ada yg dukung… nenek+kakeknya selalu nyuruh pke diapers ajh biar ga ribet, pdhl sy pengen bgt anak laki2 sy belajr tt, alhasil jadi sy yg diomelin ortu kr ga pkein dy diapers😦

    1. Lho, kok bisa gitu mba… Bukannya senang ya anak udah bisa belajar mandiri… Dibicarakan aja baik-baik sama ortu, kasi pengertian, bahwa tt itu untuk kebaikan anak ke depan. Mumpung masih kecil diajarin, kalau sudah besar nanti susah.. Semangat ya mba

  9. Assalamualaikum bun…sya termasuk yg krg sabaran nih dlm masa tt ini…sya udh bnyk istighfar biar ga marah kalo dia gagal tt
    Gmn tipsnya agar anak bs lebih terangsang utk pipis di toilet sementara keseharian dia suka sya ajak ngjr k sekolah dan otomatis memakaikan dia pampers selama di sekolah biar ga ribet..secara dia udh punya adik usia 10 bln
    Oya,anak sya perempuan usia 28 bln…tp bln berhasil tt selama rentang wkt 1 bln ini

  10. Bund curhat donk..anakku 4th susah bgt kl diajak pup ke toilet tp kl cm pipis dia udah bs sendiri ke toilet. Sy bingung bgm cara ngebujuknya, ga jarang sy jd kesel krn bgtu pgn pup dia pst sembunyi kl sy sadar dia lg pgn pup lgsg sy ajak ke toilet dia lbh milih nahan sampai ga jd pup. Drumah toilet sy sediakan yg duduk dan jongkok ttp anaknya ga mau. Jdwl pup kdg 1-2x /hr. Sy khwtr anak sy trauma, krn pernh waktu ke mall dia sempet kepeleset d toilet saat sy bersihkan pupnya. Mngkin bunda py saran dan tips?

    1. Kalo kyk gini, bisa juga dy trauma karena BAB keras. Mba pernah cek gak BAB nya keras apa tidak. Karena kalo keras biasanya dy merasa BAB itu bikin sakit dan berusaha menghindari BAB dengan ditahan-tahan (padahal semakin ditahan semakin keras). Coba perbanyak makan sayur dan buah supaya lancar. Lalu, bisa dikasi iming2 hadiah yang paling dy suka. Misal, kalo adek mau BAB di kamar mandi, nanti bunda kasi hadiah, bisa makanan kesukaannya atau apa saja, bundanya lebih tau. Semoga berhasil ya!

    2. Karena anak 4 tahun itu harusnya sudah bisa BAB di kamar mandi. Dan mereka sudah bisa mengerti. Coba saja diajak ngobrol pelan-pelan kenapa sebabnya, ditanyakan saja. Dan anak 4 tahun sudah mengerti syarat, jadi kalo dikasi iming2 hadiah, mudah2an dealnya berhasil🙂

    1. Kalau sudah berhasil, anak akan minta ke kamar mandi sendiri kalau kebelet pipis atau BAB. Udah gak ngompol lg. Kalau sudah berhasil spt ini, sebaiknya jam rutinnya msh dijalankan dulu sekitar sebulan lg, supaya bener2 terbiasa. Setelah itu, boleh dilepas sama sekali sudah gak pake jam rutin, insyaAllah dy sudah berhasil dan mandiri. Yeayy ^^

  11. anak saya umur 23 bulan udah sebulan lebih saya tlatenin ke kamar mandi tapi masih mls bilang ma mau kencing di kmr mandinya.. gmana solusinya? apalagi ini musim hujan dingin kencing stiap. stengh jam skali pdhl g bnyk minum..

  12. Bunn..anakku bulan ini baru 2thn. Kepengen sekali mengajari tt. Kira2 persiapannya apa saja ya?dia blm lancar bicara.apalagi blm familiar dng kata pipis dan pup. Dan saya kebetulan ibu bekerja, apa tt memerlukan waktu khusus?misalnya harus cuti selama seminggu untuk melatih tt. Bagaimana ya bun?

    1. Hmm, gak ada persiapan apa-apa sih. Paling trainig pants atau clodi. Selanjutnya tinggal prakteknya bareng anak. Gpp blm lancar bicara, yang penting sudah bisa sedikit dan sudah bs mengerti. Klo cuma cuti seminggu ya tidak bisa bu, toilet training memerlukan waktu yang lumayan lama. Tapi klo cuti untuk memulainya boleh2 saja. Sambil diajarkan pada pengasuhnya. Jadi setelah selesai cuti, pengasuhnya bisa melanjutkan prosesnya seperti yang ibu ajarkan. Dan dipantau terus perkembangannya. Semoga berhasil

  13. dear bunda sofi,
    anak saya 2,2thn. belum bisa bilang kalau mau pipis, bilang pipis kalo pipnya udh keluar. tapi kalo malam hari ketika tidur dia mau pipis, kata yang keluar dr mulutnya, “mah,..turun” saya tanya dede mau pipis? dia bilang iya. saya bawa turun kekamar mandi, Dan benar saja saya minta dia jongkok diatas lantai dan syurrr…pipisnya keluar.. tapi kenapa kalo siang hari sensor pipisnya tidak bekerja ya?
    saya tetep terapin TT tp msh sering kecolongan. kalo diajak kekmr mnd pipisnya gk keluar, pas bbrp mnt keluar kmr mnd eh malah ngompoll…

    1. Halo mba. Hehe…ajaib ya tingkah anak2. Gpp sabar aja. TT nya udah berjalan brp lama? Klo msh baru mulai ya wajar. Terus aja dijalanin, lama-lama dy ngerti kok. Dan selalu diingatkan, dikasi pengertian supaya jgn ngompol. Apalagi anak 2 tahun biasanya sudah bisa mengerti. Dan coba dicari tau biasanya klo siang pas lagi ngapain dy gak mau pipis, mungkin saja pipisnya ditahan karena sesuatu, misalnya lagi main.. Intinya dikasi pengertian terus dan telaten waktu rutin ke kamar mandi, pasti bisa. Semangat ya!

  14. Bagus banget infonya.. smoga saya bisa nerapin tt juga. Anak saya umur 20 bulan udah bisa ngomong pup dan pipis sbenernya tapi saya biarin utk pup di pampers. Brrti harus lebih telaten lg hehe. Smangat!!

  15. Mba..anakku cow skrg umur 25 bln. Aq pengen mulai TT tp skrg lg baca2 cari referensi bwt mulainya. Klo br mulai TT,pas hr pertama anak udah lsg dipakein clodi/training pants seharian y mba (cm pake popok pas tidur siang n malam)? Aq msh takut2 n grogi bwt mulai TT..

    1. Halo. Iya mba, lgsg dipakein clodi/training pants. Tapi kalo tidur siangnya clodi aja lbh aman, krn training pants gak bs nahan pipis spt clodi. Kalo tidur malem msh pake pampers gpp. Nanti kalo udah mau berhasil TT, diingatkan sblm tidur spy bilang kalo kebelet, pampers sudah boleh mulai dilepas. Semoga berhasil ya.

  16. Bun tolong kasih solusi dong…
    anak sy cwek umur 2.2 bulan baru2 ini sy mulai belajarin pipis dan pup di kamar mandi tp selalu gagal … sy salalu sering menanyakan..”khanza mau pipis atau pup? jawabannya selalu ndak” klo sudah pipis di celana baru bilang/nangis.
    Dan sy sering bilang ” khanza klo mau pipis/pup bilang ya ntar ke kamar mandi…
    Dia ngerespon. Iya dan senyum2 .Dan klo mau BAB dia ngumpet2 baru pup di celana 😦 susah sekali klo disuruh pup/pipis di kamar mandi..
    Apa karna dia takut ya bun…
    Karna dia penakut sekali bun…
    Sering sy ajak ke kamar hanya agar khanza pipis/pup tapi dia malah main di kamar mandi 😅
    Klo di kamar mandi sy suruh pipis jongkok selalu jawabannya ndak mau.. apa lagi pup yang jongkok.
    Kadang sy pikir2 apa karna dia takut untuk pup di closet yg jongkok ya bun..karna sy punyanya cuman yg jongkok bun…
    Tolong sarannya ya bun makasih…

    1. Sudah dijalanin brp lama toilet trainingnya? Kalo baru sebentar, jgn tergesa-gesa…harus sabar. Itu kuncinya, sabar. Kalo menurut mba dy takut di wc jongkok, coba belikan saja toilet duduk anak, ada dijual di toko perlengkapan bayi biasanya.. Mdh2an berhasil ya..

  17. Makasih banget tulisannya sangat menginspirasi sekali, salam kenal mbak. Kebetulan saya berniat akan TT pada anak saya cowok usia 18 bln. Dari bayi sampe sekarang anak pake clodi, pampers cuma sekali pas kebetulan stok clodi blm kering. Nah bagaimana saya harus mulai TT apakah tetap dipakekan clodi ato langsung diganti Toilet Training Pant aja?

    1. Halo, salam kenal juga. Awal-awal clodi aja dulu. Soalnya anak belum biasa, masih suka beser sebelum waktu rutin ke kamar mandi. Supaya qt gak repot jg. Tapi, nanti kalo keliatannya dia sudah semakin paham, lbh sering pipis ketika jam rutin toilet daripada ngompol, sudah bisa pake training pants. Semoga berhasil ya!

  18. bund,,
    anakku udah mulai terbiasa pake toilet, suatu hari ketika aku ajak dia pipis, dia ngerengek gak mau, dan papanya belain dia, sejak itu anakku balik lagi dech pipis di celana lagi,, susah untuk mulai lagi pelatihan toiletnya,, karena tiap diajak ke wc pasti ngerengek, dan betul 1-2 menit kemudian dia ngompol,,
    sarannya donk bund,,
    mesti gimana atuh..??
    makasih ya sebelumnya..

    1. Halo bund. Yaah sayang sekali, pdhl udh mulai bisa ya.. Yasudah gpp, berarti harus dimulai lg spt awal mba, spt di tulisan sy, ada bbrp tantangan yg membuat qt mau gak mau mulai lg seperti awal, contonya kyk gini. Pertama, mba dan suami harus sepaham dulu, ajak suami ngobrol, kalo akan memulai toilet training si anak. Bahkan kalo ada orang tua (di rumah), mereka jg diajak mengerti dan ikut mendukung toilet training anak. Jadi gak kejadian lg spt papanya belain anak utk pipis saja di pampers misalnya, krn semua org dekat di rumah sudah paham dan mendukung spy anak sukses pipis ke kamar mandi, ini membuat pekerjaan trainer nya lebih mudah (ibunya atau pengasuhnya). Kedua, anak terus diberi pengertian dan dibujuk supaya bisa, justru jangan dimarahi, nanti malah dia takut atau bete. Bisa juga dikasi iming2 hadiah kalo si anak pintar. Ibunya tentu lebih paham cara membujuk anaknya🙂 dan ketiga, banyakin stok sabar dalam proses ini, pasti bisa! Semoga berhasil yaa

  19. Salam kenal ya bun,
    Anak saya umur 23 bulan mulai saya ajar tt. Yg jd kendala itu dia klo disuru pipis di pispot , jongkok di kamar mandi ato duduk di toilet pasti nangis. Pertama nangisnya pura2 tp lama2 nangis beneran. Saya jd bingung, soalnya yg sy sering baca permasalahannya pas diajak ke kmr mandi anaknya ga pipis2. Lha ini anak saya disuru jongkok aja sdh nangis. Tlg pencerahannya ya bun. Makasih

    1. Halo Mbak. Mungkin dy belum siap? Mungkin. Dikasi pengertian saja dulu, bahwa kita mau belajar pipis di kamar mandi ya nak..dibujuk supaya mau. Cara membujuknya macam-macam, ibunya lebih paham cara meraih hati anaknya kan.. Atau kalo dy sudah bs berkomunikasi dengan baik, ditanyakan saja kenapa dy nangis. Kalo dy sudah mulai mengerti maksud qt, boleh dicoba lagi TT nya. Semangat ya bund!

  20. Halo ibu ibuuu smuaaa…salam kenal yaa…saya astri, ibu dgn 1 anak perempuan usia 10m. Mba Rheindun terimakasih suangat buanyak krn tulisannya sangaaattt membantu saya, (rada lebay, gpp ya mba 😂) krn saya sdg prepare utk TT anak saya nanti jd saya sdg mengumpulkan informasi sebanyak mgkn. Utk ibu2 yg lain, terimakasih udh sharing jg dsini. Pokoknya semangat utk kita smua ya ibu ibuuu 😊. Dr artikel yg prnah saya baca, saya lupa dmn, Toilet Training itu sebenarnya memiliki dampak scara psikologis yg sgt signifikan bagi perkembangan kepribadian anak. Anak yg mengalami trauma atau kegagalan saat TT akn tumbuh mnjadi anak yg cenderung kompulsif, memiliki tingkat kepercayaan diri yg lbih rendah dbandingkan anak lain yg brhasil pd saat TT. Tdk brmaksud utk menakut nakuti y ibu ibuuu…tp sekedar sharing saja, memberikan semangat spy kita trus jd supermom utk anak2 kita…salam kenal dr saya di bandung 😘 Maaf ya mba Rheindun klo kepanjangan komentarnya 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s