My daughter, My Friend

Sudah larut malam sekali ketika menuliskan ini, tapi kalau tidak dituliskan sekarang, saya takut lupa seperti yang sudah-sudah. Padahal badan ini sudah lelah, jam menunjukkan pukul 12 malam, seharian ini tidak sempat istirahat, merem dikit jg enggak..padahal td abis renang bareng Shofi (balita super aktif umur 2y10m), dlm kondisi lagi hamil sudah 35weeks.. #rontoktulangkuu.. Suami udah ribut suruh istirahat, sampai-sampai dia ketiduran sendiri setengah ngomel..hihi..maap

Hari ini, saya bahagiaaa sekali. Padahal sebenarnya ini perasaan yang selalu saya jumpai setiap hari, tapi seakan-akan hari ini saya baru menyadarinya.

Dari dulu, saya orang yang paling tidak bisa (tepatnya tidak mau) pergi ke suatu tempat tanpa teman bareng. Better not going than going alone. Bukan karena penakut, karena saya bukan penakut. Kalau memang harus ada kewajiban pergi, it’s okay sendiri, naik kereta angkot jalan kaki juga hayo aja (kyk kuliah dulu). Tapi kalo untuk hal optional seperti jalan-jalan, makan di luar, pergi belanja (baca: shopping or cuci mata hehe), atau sekedar refreshing, I would rather pick a friend to go with. Jadi, intinya saya jarang pergi keluar tanpa teman, klo gak, gak usah aja sekalian. Setelah menikah, otomatis suami jadi teman kemana-mana, walaupun terkadang ada satu hal yang membuatnya tidak bisa menemani, yaudah, gak pergi. Entah mengapa, kehidupan setelah kuliah dan bekerja (dan menikah) itu berbeda, teman2 dekat dahulu lebih sulit untuk ditemui dan terasa untouchable somehow #imissyou

Sekarang, saya sudah punya seorang anak perempuan kecil yang lucu dan sedang masa lucu-lucunya. Tak habis waktu ini tanpa tersibukkan olehnya. Saya hari ini menyadari bahwa dia adalah dunia saya. Dia bukan sekedar anak, tapi juga sahabat buat saya, walaupun dia baru akan menginjak 3tahun.

Hari ini saya dan dia renang bareng, seperti minggu-minggu sebelumnya, beberapa teman yang saya ajak tenyata tidak jadi pergi. Bila ini terjadi saat saya masih single, sudah pasti saya tidak jadi pergi juga. Tapi, dengan adanya Shofi, beberapa minggu ini kita tetap renang bareng meskipun jadinya cuma berdua. It’s always okay if she’s with me. Akhirnya hal ini yang membuat saya kembali mengingat-ingat dan kemudian bersyukur bahwa dia selalu ada di dekat saya, sehingga saya kuat dan betah dengan kondisi apapun. Jalan-jalan sore dan pagi, naik perosotan dan berburu kucing, pergi belanja ke alf*mart berdua jalan kaki, pergi belanja ke tukang sayur, naik motor berdua ngider kompleks, atau sekedar bertemu teman2 lama..semuanya fine asalkan berdua Shofi, gak ada ayahnya nemenin pun gpp hehe.. Walaupun sepele, tapi ini hal yang bikin saya males banget kalo sendiri. Terlebih lagi yang paling berasa adalah ketika ayahnya keluar kota 2 atau 3 hari, I don’t know what life would be without her accompanying me, pasti super boring dan garing #kriksss

Dan waktu terasa indah dan berwarna sekali sehari-hari bersama dia. Sebel sesekali pasti ada, namanya juga menghadapi anak kecil, tapi jauh lebih banyak rasa bahagianya. Apalagi sekarang dia sedang manja-manjanya pada saya. Gak tau apa memang rasa timbal balik yang timbul karena saya begitu sayang padanya, ataukah seperti kata orang menjelang punya adik si kakak biasanya lebih ngalem, dia jadi seperti lebih sayang dan nempel ke saya, bukan lebay sih, tapi begitulah..meskipun begitu saya tidak membiarkan dia jadi anak memble. Untuk hal-hal penting tetap saya beritahu mana yang baik dan yang salah, jadi dia manja tapi tetap patuh. Alhamdulillah. Saya sangat menikmati waktu-waktu ini, karena pasti tidak selamanya dia dalam fase itu, terlebih kalo beranjak semakin besar. Nikmat manakah yang engkau dustakan #semogajadianakshalihah.

Most of all, I am so glad and happy spending my time with her. Tidak lagi merasa sendirian, baik di rumah maupun di luar, selalu ada yang menyibukkan saya🙂 Terimakasih ya sudah jadi sahabat baik bunda, Kak.

222648-mother-and-child

Sekedar share percakapan singkat saya dan Shofi sebelum dia bobo semalem ^^. Saya biasa mengucapkan kata-kata sayang, lalu dia membalasnya.

Bunda (b) : I love u, kakak..
Kakak (k) : I love u, Bunda..
B : Bunda cinta sama kakak..
K : Kakak cinta sama bunda..
#smile
B : Nanti klo kakak sudah besar tetap sayang gak sama bunda?
K : sayang.. (Menatap dengan aneh)
B : Nanti klo kakak sudah sekolah atau bekerja dan menikah, tetap sayang gak sama bunda? Bunda ditinggal sendiri gak? (Tiba2 melankolis)
K : Sayang…gak ditinggal…. kan ada ayah.. (??!) (Haha..walaupun endingnya agak kocak, dia mulai mewek, berkaca-kaca, menitikkan air mata, seakan-akan mengerti pertanyaan berat ini)
B : Maksudnya sama kakak, kakak tetap sayang sama bunda kan, ayah sama bunda boleh tinggal bareng kakak?
K : iyaa.. (Nangiss)
B : ooo yaudah, sayang sayang jangan nangis ya #stop questioning (ikutan sedih dan mewek)

Percakapan singkat ini membuat hati saya berbunga-bunga pertanda saya berarti buat dia hehe, kemudian kita lanjut baca doa tidur, tidak beberapa lama kemudian dia tertidur🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s