Hanya Rakyat Biasa

Entah apa yang membuat hati tergerak ingin menulis ini, tentang bangsa ini, tentang tanah air tercinta yang jelas sedang carut marut. Bukanlah saya orang yang paham politik dan juga bukan penikmatnya, tapi saya tidak bodoh melihat apa yang terjadi. Saya dan kami yang lain hanyalah rakyat jelata sebagai penonton tingkah orang-orang yang katanya berpendidikan, memperjuangkan rakyat, penyambung aspirasi rakyat, bermoral, dan apalah itu.. Tapi keseringan membuka portal berita akhir-akhir ini justru membuat sakit hati sendiri dan sedih pastinya. Yang saya tahu, saya (akhirnya sadar) ternyata sangat mencintai Indonesia. Kalau tidak, tidak akan ada rasa kecewa ini.

Dengan adanya kejadian-kejadian belakangan ini (no need to mention, pasti pada tau apa-apa yang lagi happening sekarang), rasanya membuat luka dan marah. Mereka sibuk dengan menyejahterakan diri mereka entah dengan cara yang halal ataupun curi uang rakyat, mereka sibuk memperkaya diri mereka, mereka sibuk mati-matian menutupi kebusukan-kebusukan yang hampir menyelinap baunya dicium seantero negeri, sibuk berbuat curang berjamaah, sibuk saling menyalahkan dan menjatuhkan, dan juga sibuk mematahkan kebenaran. Sedangkan kami rakyat jelata selalu memasok uang ke negara ini, kalau tidak, kami akan dimarahi (baca: dihukum). Yang kemudian dengan uang itulah mereka digaji sehingga bisa makan dan minum, punya rumah dan mobil mewah, belanja di mall dan jalan-jalan ke luar negeri.

Aahh…ternyata masih belum cukup itu semua, itulah mengapa masih ada yang bermain nakal. Tidak malukah mereka? Okay, mungkin pertanyannya diganti. Masih punya malukah mereka? Orang yang menggaji mereka bahkan ada yang susah sekedar untuk makan bertahan hidup dan tidur nyaman. Tidak malukah? Tidak takutkah pada pengadilan di hari akhir? Ke mana semua harta akan dibawa? Mungkin mereka lupa bahwa kita semua akan mati nanti. Hhhh….

Sudahlah. Semoga tidak luntur rasa bangga menjadi anak Indonesia. Saya merasa sudah mulai berada di posisi menyerah dengan kemungkinan terburuk masa depan bangsa ini akan seperti apa. Skeptis. Hiduplah orang-orang pendusta dan hilangnya orang-orang jujur. Dan rakyat jelata tetap lah demikian keadaannya, tidak berubah. Mari menonton. Sedih sekali…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s