Dia

Adalah dia yang suaranya memenuhi seisi rumah saking nyaringnya Tapi, itulah suara yang paling aku cintai dalam hidupku Adalah dia yang ternyata menabur biji wijen di mana-mana pada ruang tamu Memang tidak tertangkap basah, tapi jelas siapa pelakunya Dia juga yang mengoles-oles balsem vick’s ke dinding, meja, kursi, dan perabotan lain di kamar Agar tidak digigit nyamuk katanya Dan dia juga yang menghabiskan setengah isi botol shampoo yang masih baru untuk dijadikan sabun cuci Ehm, tepatnya untuk mencuci celana dalamnya yang mungil, ketika ditinggal sebentar bermain saat mandi Bukan main sibuknya membilas celana itu tidak habis-habis busanya, menyenangkan bukan… Mandiri memang, tapi… Aah, sudahlah Dia, si perempuan kecil yang hobi main masak-masakan, main bola seperti anak laki-laki, juga berlari, dan melompat seperti tidak pernah lelah Bahkan di saat makan pun suka melompat dan berlarian, yang membuatku selalu ribut menyuruhnya duduk dan diam saat makan Dan dia juga yang selalu punya issue dengan muntah Terlalu hebat menangis muntah, kekenyangan muntah, masuk angin muntah, kebanyakan minum muntah, melompat-lompat saat makan muntah Yang membuatku harus pintar menakar sesuatu untuk perutnya, tidak boleh lebih, dan tidak boleh kurang Atau aku bisa senewen jika dia muntah Tapi, lain waktu dia juga bisa menjadi sangat manis dan membuatku berbunga-bunga Karena dia yang selalu menyelimutiku kalau aku tidak sengaja tertidur di siang hari karena kelelahan Saat aku terbangun, dengan tersenyum dan bangganya dia bilang dia lah yang memberi selimut agar aku tidak kedinginan Dia yang selalu “membuatkan” aku masakan dengan mainannya, menyuguhkannya dengan manis, dan menungguku “makan” sampai habis Dia juga yang tidak pernah lupa membelikan aku coklat, satu untuknya, satu untukku, saat dia diajak pergi berbelanja bersama neneknya Dia ingat oleh-oleh untukku Dan dia yang mampu menebak sederet makanan yang paling aku suka dengan tepat, bahkan suamiku sendiri tidak tepat Dia yang bilang kalau sudah besar mau beli mobil dan nyetir untuk mengajakku jalan-jalan, asiiik Dia, adalah yang setiap malam selalu bilang, I love you, Bunda..

Ini dia orangnya,

wpid-img_20150528_202918_1432831509309_1436634879365_wm

 

Shafiyyah namanya, umurnya 3 tahun 8 bulan, dia anakku tersayang. Semoga jadi anak shalihah…

And I dedicated this writing to her, that someday she might read this. She really turns my whole world very busy, but I love it. I love you to the moon and back, Shofi🙂


2 thoughts on “Dia

  1. Ahhhhhh masyallah shofia solehaaaah!! Terharu gur bacanya un sambil senyum senyum terus tangan megap megap (tanda ini unyu sekali)

    Barakallah untuk kluarga lo ya un..shofia tumbuh jd anak berakhlak mulia insyallah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s