Selamat Jalan

Kurang dari 3 minggu yang lalu, pukul 3 pagi saya sudah berada dalam perjalanan. Menuju bandara. Perjalanan yang sebenarnya tidak begitu jauh dari rumah, tapi terasa berat. Sepanjang jalan yang masih terlihat sangat lengang, saya hanya terpaku memandang keluar jendela taksi. Bedeng, ruko, warung, dan jalanan sekitar Ciledug yang ramai di siang hari, terlihat sedang tidur, sepi. Lain dengan hatiku. Berkecamuk. Semalaman hampir tak tidur, tapi sekarang mata tetap tidak bisa terpejam. Pikiranku tidak sedang di Jakarta, tapi sudah jauh di sana. Besok pagi saya akan melihatnya untuk terakhir kali. Saya runut kembali kenangan bersamanya semenjak saya kecil, yang semua itu tiba-tiba teringat jelas dan datang bertubi-tubi semenjak kemaren siang. Teringat semua tentangnya. Suaranya, tawanya, kebaikannya, semangatnya, juga hidupnya. Semuanya… Saya tertunduk, kembali berkaca-kaca dalam diam, tidak ingin ketahuan menangis. Menoleh ke sebelah, suamiku masih melanjutkan tidurnya yang tertunda. Saya kembali melempar pandangan keluar jendela dan menyeka air mata. Sebentar lagi kami sudah akan sampai bandara.

Favim_com-black-amp-white-fog-lonely-people-sad-407965

Masih terkenang.

I always love you.
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, lindungi, dan maafkanlah dia.

                       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s