Membuat Gelas Warna Cantik – DIY Colored Glass Jar

Pertama kali lihat botol-botol warna ini saya langsung suka. Suka dengan warnanya yang clear. Lebih suka lagi karena botol ini bisa bikin sendiri. Ada juga yang membuat botol ini dengan cat (atau warna) solid, tapi saya sih kurang suka yang begitu, yang tembus pandang menurut saya lebih cantik. Tergantung selera sih ya.

wp-1486800162471.jpeg
My colored glass jars in living room 🙂

Kalo lihat katalog IKEA, botol kaca berwarna ini harganya lumayan lho, saya gak tega keluarin uangnya cuma buat jadi pajangan haha. Dan kalo browsing Pinterest banyak banget tentang botol ini. Cuma mereka menggunakan bahan-bahan craft yang cukup mahal dan jarang ada di Indonesia, seperti misalnya Mod Podge. Kalopun ada, Mod Podge harganya mahal sekali di sini. Mod Podge ini semacam lem serbaguna yang bisa digunakan hampir di semua media, seperti kertas, kayu, plastik, kain (untuk craft ya, bukan heavy duty), yang hasil akhir warnanya akan jadi clear, meskipun lem nya berwarna putih. Good news nya, Mod Podge ini ada gantinya lho.

Untuk membuat colored glass jar cantik ini, kita memerlukan bahan dan alat berikut :

1. Gelas atau botol kaca bening.

2. Lem fox STIK botol kuning (botol ya, bukan yang tube). Nah, lem ini sebagai pengganti Mod Podge. Selain mudah dicari, lem ini jaaaauh lebih murah harganya, padahal hasil akhirnya sebenarnya sama aja (matte ya. Kalo glossy lain cerita).

3. Kertas bekas untuk alas (saya pakai koran).

4. Pewarna makanan. Sesuai selera aja pengen warna apa. Kalo saya menggunakan warna biru dan hijau, karena mau dikombinasikan untuk menghasilkan warna favorit saya, turquoise dan teal.

5. Stik kecil untuk mengaduk lem dan pewarna.

Dalam botol kaca yang sudah bersih, masukkan lem fox secukupnya, untuk botol kecil kira-kira 1-2 sdm cukup, botol lebih besar bisa 3-5 sdm. Kemudian tetes pewarna di dalamnya. Aduk menggunakan stik hingga lem dan pewarna tercampur rata.

Sesi-sesi awal biasanya trial and error, sampe terbiasa menakar jumlah lem dan menemukan perbandingan warna yang paling kita sukai. Saya awalnya menghabiskan 2 botol lem ini, karena masih menebak-nebak warna apa yang akan dihasilkan dengan perbandingan sekian dan sekian. Mana botol percobaannya banyak banget lagi, hehe.. Juga takaran lem yang dimasukkan saat memulai, kadang kebanyakan (boros deh), kadang malah kurang. Bila lemnya kurang sedangkan proses mewarnai sudah berjalan, dapat dipastikan gagal, sebab jelek hasilnya kalo ditimpa lagi atau tumpang tindih cat baru dengan yang sudah jalan. Jadi intinya bila lem kurang tidak mungkin ditambah di tengah proses. So, harus pas atau lebih sekalian (asal gak kebanyakan aja lebihnya). Gimana gak percobaan kalo begini namanya..haha. But, it was fun. Kayanya saya baru botol ke 3 deh yang bikinnya serius, sudah dapat feelnya, dan hasilnya sesuai ekspektasi.

Jadi caranya, setelah pewarna tercampur rata di dalam botol, putar botol dan arahkan adonan lem tadi ke seluruh permukaan (dalam) botol hingga tertutup semuanya dengan rapi, jangan gunakan bantuan jari atau apapun untuk menarik atau meratakan lem. Kemudian jemurlah botol (kena panas matahari langsung) dalam posisi terbalik. Sekitar 10 atau 15 menit sekali, geser posisi botol, jemur kembali. Ini supaya sisa lem turun yang menumpuk di mulut botol terbuang, bagian mulut botol menjadi tidak terlalu basah agar cepat kering. Jika nanti masih terlihat banyak sisa lem, ulangi terus langkah ini tiap sekian menit, hingga botol kering (makanya kalo lem awal kebanyakan, selain boros, proses pengeringan jadi lama). Untuk kering butuh waktu beberapa jam dalam keadaan terik, jangan buru-buru diangkat. Ketika botol sudah terlihat hampir kering dan tidak ada sisa lem turun lagi di mulut botol, boleh jemur dibalik, yaitu posisi berdiri botol aslinya, agar bagian dalam juga cepat kering kena panas matahari. Tanda-tanda botol mulai mengering, warna yang tadinya solid perlahan memutih kemudian bening, ketika kering sempurna kita bisa lihat warna hijau atau biru yang clear (tembus pandang).

wp-1486799073033.jpeg
Bahan-bahan dan proses membuat
wp-1486801662219.jpeg
Setiap 10 atau 15 menit sekali pindahkan posisi botol, membuang sisa lem di mulut botol
wp-1486801699343.jpeg
Setengah kering
wp-1486799073031.jpeg
Sudah kering. KANAN : botol biru muda. KIRI : agak error, hehe..

Sebenarnya bisa sih supaya prosesnya cepat, dibakar dalam oven. Tapi berhubung Indonesia ini kalo lagi panas ya terik banget, gak perlu lah pake oven. Saya biasanya ngerjain botol ini tengah hari ketika sedang panas panasnya. Sore biasanya sudah hampir kering, tidak ada cat turun lagi. Kalo besok dijemur kembali, biasanya sudah kering sempurna. Kadang pernah juga saya coba ketika cat sudah hampir kering, bagian dalamnya saya keringkan dengan bantuan kipas angin, bisa lebih cepat.

Setelah jadi, botol-botol cantik ini bisa untuk pajangan, bisa untuk taro barang-barang kecil, taro pensil dan pulpen supaya rapi. Anything. Tapi, tidak bisa digunakan untuk perangkat minum atau food storage ya, karena menggunakan lem yang memang tidak untuk fungsi itu. Bila terkena air, lem ini bisa luntur. Karena itu, bila gagal membuatnya, pengen diulang, cukup rendam dalam air maka warnanya akan hilang dan bersihkan botolnya. Yang jelas, membuat botol ini sampai berhasil bikin penasaran dan hasilnya bikin hati senang 😀

wp-1486800236489.jpeg

wp-1486800272392.jpeg

wp-1486800585008.jpeg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s